taufik-ist
04-17-2006, 11:40 PM
anyone (<B>ctjad, indra</B>) can help me translate the news below :
Sekuat Tenaga untuk Thomas
Dari sepuluh nama anggota tim Piala Thomas, ada dua nama yang lima kali tampil di ajang ini. Candra Wijaya dan Taufik Hidayat. Keduanya tanpa putus berjuang sejak tahun 1998.
Bila keduanya siap merebut Piala Thomas, bagaimana dengan kesiapan tuan rumah?
Keinginan membawa pulang Piala Thomas, yang hilang sejak 2004, begitu besar dalam hati Taufik dkk. Meski masih dalam taraf pemulihan cedera pinggang, Taufik telah menyatakan komitmennya. Bahkan seusai menerima penghargaan Indonesian Sport Awards sebagai atlet putra terbaik, Jumat (14/4), ia memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia.
Sama seperti Taufik, Candra sudah tiga kali mencicipi kejayaan di tahun 1998, 2000, dan 2002. Perjuangannya tahun ini menjadi penting karena ayah dua anak ini sudah memutuskan akan mundur sebagai pemain nasional seusai Piala Thomas.
“Memang sudah waktunya. Kalah atau menang memang biasa dalam pertandingan. Tapi, saya dan teman-teman akan sekuat tenaga berjuang mengembalikan Piala Thomas,” ujarnya saat menyatakan rencananya untuk mundur. Keyakinan Candra harusnya bukan impian kosong apalagi pasangannya, Sigit Budiarto, yang tak terpilih masuk tim 2004, kembali terpilih. Sigit menyisihkan Flandy Limpele, yang kebetulan juga terkena cedera hamstring.
Keinginan untuk menebus kesalahan dua tahun lalu pun membuat Alvent Yulianto sempat berujar, “Enggak apa-apa tidak menang di Kejuaraan Asia, yang penting buat saya Piala Thomas pulang.”
Dari nama tim peserta yang dirilis IBF hari Sabtu (15/4), nyaris tidak ada kejutan, kecuali keberanian Malaysia memasukkan nama Tan Boon Heong, ganda peringkat 38 dunia, dalam tim. Heong menyisihkan pasangannya, Thien Hoon How, Moh Tazari Fairuzizuan/Lin Woon Fui (peringkat 10), Gan Teik Chai/Abdul Latif Mohd Zakry (11), dan Tan Bin Shen/Ong Soon Hock (29).
<b>Angin dan Kesilauan</b>
Kuatnya embusan angin dan pencahayaan di dalam stadion, khususnya di Tokyo Metropolitan Gymnasium, menjadi dua masalah yang dikhawatirkan pihak tuan rumah. Empat baris lampu yang memenuhi atas stadion yang juga jadi tuan rumah putaran final Piala Thomas dan Uber 1990 itu dianggap bisa menuai protes dari tim tamu.
Namun, Park Joo-bong, mantan ganda dunia asal Korea yang menjadi kepala pelatih Jepang, menampik kedua problem itu.
“Masalah ini dapat diabaikan bila kita membandingkan situasi ini dengan negara lain. Saat Kejuaraan Dunia di Anaheim, AS, anginnya lebih terasa mengganggu.”
Hal senada juga diungkapkan pemain Jepang, Shoji Sato dan Keita Masuda, “Ini bukan masalah karena tidak lebih jelek daripada Anaheim.”
“Untuk tim yang biasa main di luar Jepang, perputaran angin seperti itu adalah hal yang biasa,” tambah Kanako Yonekura, anggota tim Uber.
Sebenarnya Yoyogi No. 2 National Gymnasium adalah pusat bulutangkis Jepang, tapi kapasitasnya hanya 3.300 penonton. IBF mensyaratkan tempat pertandingan harus bisa memuat 10 ribu penonton.
Theresia Lahur
Nama Peserta Piala Thomas
Indonesia: Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Markus Wijanu, Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Markis Kido/Hendra Setiawan
Cina: Lin Dan, Chen Hong, Bao Chunlai, Chen Jin, Xia Xuanze, Cai Yun, Fu Haifeng, Xie Zhongbo, Guo Zhendong, Zheng Bo
Denmark: Peter Gade, Kenneth Jonassen, Niels Christian Kaldau, Joachim Persson, Jens Erikssen, Martin Lundgaard Hansen, Jonas Rasmussen, Lars Paaske, Mathias Boe, Carsten Mogensten
AS: Raju Rai, Eric Go, Ronald Sou, Bob Khan Malaythong, Tony Gunawan, Howard Shu, Howard Bach
Inggris: Andrew Smith, Aamir Ghaffar, Nicholas Kidd, Rajiv Ouseph, Anthony Clark, Robert Blair, David Lindley, Ian Palethorpe, Kristian Roebuck, Chris Langridge
Jepang: Shoji Sato, Yousuke Nakanishi, Sho Sasaki, Keishi Kawaguchi, Koichi Saeki, Keita Masuda, Tadashi Ohtsuka, Shuichi Sakamoto, Shintaro Ikeda, Shuichi Nakao
Korea: Lee Hyun-il, Shon Seung-mo, Park Sung-hwan, Jang Young-soo, Jung Jae-sung, Lee Jae-jin, Hwang Ji-man, Han Sang-hoon, Lee Yong-dae, Jung Tae-kuk
Malaysia: Lee Chong Wei, Wong Choong Hann, Hafiz Hashim, Kuan Ben Hong, Chan Chong Ming, Koo Kien Keat, Choong Tan Fook, Lee Wan Wah, Chew Choong Eng, Tan Boon Heong
Catatan: Tim Jerman, India, Selandia Baru, dan Afrika Selatan belum memasukkan nama tim lengkapnya.
Sekuat Tenaga untuk Thomas
Dari sepuluh nama anggota tim Piala Thomas, ada dua nama yang lima kali tampil di ajang ini. Candra Wijaya dan Taufik Hidayat. Keduanya tanpa putus berjuang sejak tahun 1998.
Bila keduanya siap merebut Piala Thomas, bagaimana dengan kesiapan tuan rumah?
Keinginan membawa pulang Piala Thomas, yang hilang sejak 2004, begitu besar dalam hati Taufik dkk. Meski masih dalam taraf pemulihan cedera pinggang, Taufik telah menyatakan komitmennya. Bahkan seusai menerima penghargaan Indonesian Sport Awards sebagai atlet putra terbaik, Jumat (14/4), ia memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia.
Sama seperti Taufik, Candra sudah tiga kali mencicipi kejayaan di tahun 1998, 2000, dan 2002. Perjuangannya tahun ini menjadi penting karena ayah dua anak ini sudah memutuskan akan mundur sebagai pemain nasional seusai Piala Thomas.
“Memang sudah waktunya. Kalah atau menang memang biasa dalam pertandingan. Tapi, saya dan teman-teman akan sekuat tenaga berjuang mengembalikan Piala Thomas,” ujarnya saat menyatakan rencananya untuk mundur. Keyakinan Candra harusnya bukan impian kosong apalagi pasangannya, Sigit Budiarto, yang tak terpilih masuk tim 2004, kembali terpilih. Sigit menyisihkan Flandy Limpele, yang kebetulan juga terkena cedera hamstring.
Keinginan untuk menebus kesalahan dua tahun lalu pun membuat Alvent Yulianto sempat berujar, “Enggak apa-apa tidak menang di Kejuaraan Asia, yang penting buat saya Piala Thomas pulang.”
Dari nama tim peserta yang dirilis IBF hari Sabtu (15/4), nyaris tidak ada kejutan, kecuali keberanian Malaysia memasukkan nama Tan Boon Heong, ganda peringkat 38 dunia, dalam tim. Heong menyisihkan pasangannya, Thien Hoon How, Moh Tazari Fairuzizuan/Lin Woon Fui (peringkat 10), Gan Teik Chai/Abdul Latif Mohd Zakry (11), dan Tan Bin Shen/Ong Soon Hock (29).
<b>Angin dan Kesilauan</b>
Kuatnya embusan angin dan pencahayaan di dalam stadion, khususnya di Tokyo Metropolitan Gymnasium, menjadi dua masalah yang dikhawatirkan pihak tuan rumah. Empat baris lampu yang memenuhi atas stadion yang juga jadi tuan rumah putaran final Piala Thomas dan Uber 1990 itu dianggap bisa menuai protes dari tim tamu.
Namun, Park Joo-bong, mantan ganda dunia asal Korea yang menjadi kepala pelatih Jepang, menampik kedua problem itu.
“Masalah ini dapat diabaikan bila kita membandingkan situasi ini dengan negara lain. Saat Kejuaraan Dunia di Anaheim, AS, anginnya lebih terasa mengganggu.”
Hal senada juga diungkapkan pemain Jepang, Shoji Sato dan Keita Masuda, “Ini bukan masalah karena tidak lebih jelek daripada Anaheim.”
“Untuk tim yang biasa main di luar Jepang, perputaran angin seperti itu adalah hal yang biasa,” tambah Kanako Yonekura, anggota tim Uber.
Sebenarnya Yoyogi No. 2 National Gymnasium adalah pusat bulutangkis Jepang, tapi kapasitasnya hanya 3.300 penonton. IBF mensyaratkan tempat pertandingan harus bisa memuat 10 ribu penonton.
Theresia Lahur
Nama Peserta Piala Thomas
Indonesia: Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Markus Wijanu, Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Markis Kido/Hendra Setiawan
Cina: Lin Dan, Chen Hong, Bao Chunlai, Chen Jin, Xia Xuanze, Cai Yun, Fu Haifeng, Xie Zhongbo, Guo Zhendong, Zheng Bo
Denmark: Peter Gade, Kenneth Jonassen, Niels Christian Kaldau, Joachim Persson, Jens Erikssen, Martin Lundgaard Hansen, Jonas Rasmussen, Lars Paaske, Mathias Boe, Carsten Mogensten
AS: Raju Rai, Eric Go, Ronald Sou, Bob Khan Malaythong, Tony Gunawan, Howard Shu, Howard Bach
Inggris: Andrew Smith, Aamir Ghaffar, Nicholas Kidd, Rajiv Ouseph, Anthony Clark, Robert Blair, David Lindley, Ian Palethorpe, Kristian Roebuck, Chris Langridge
Jepang: Shoji Sato, Yousuke Nakanishi, Sho Sasaki, Keishi Kawaguchi, Koichi Saeki, Keita Masuda, Tadashi Ohtsuka, Shuichi Sakamoto, Shintaro Ikeda, Shuichi Nakao
Korea: Lee Hyun-il, Shon Seung-mo, Park Sung-hwan, Jang Young-soo, Jung Jae-sung, Lee Jae-jin, Hwang Ji-man, Han Sang-hoon, Lee Yong-dae, Jung Tae-kuk
Malaysia: Lee Chong Wei, Wong Choong Hann, Hafiz Hashim, Kuan Ben Hong, Chan Chong Ming, Koo Kien Keat, Choong Tan Fook, Lee Wan Wah, Chew Choong Eng, Tan Boon Heong
Catatan: Tim Jerman, India, Selandia Baru, dan Afrika Selatan belum memasukkan nama tim lengkapnya.